Doa Cinta Allah dan Rasul

Keimanan – #Cinta #merupakan #sebuah #realitas #penting #dalam #hidup #manusia. #Dalam #ajaran #Islam, cinta yang paling utama bukan sekadar cinta antar sesama manusia, tetapi cinta kepada Allah dan Rasulullah ﷺ. Artikel ini membahas sebuah kisah yang menggambarkan betapa luar biasanya cinta seorang hamba kepada Tuhannya dan bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan doa agar seorang Muslim dapat memperoleh cinta sejati dari Allah. Artikel ini cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman tentang makna cinta dalam perspektif Islam dan bagaimana doa menjadi jalan untuk memperkuat hubungan batin dengan Sang Pencipta.
Baca juga: Kesombongan dalam Komunikasi: Virus Ganas yang Merusak Hubungan dan Menghalangi Kesuksesan

Ada kebiasaan orang Badui yang suka bertanya kepada Rasulullah dengan kepolosan dan keluguannya. Padahal para sahabat sangat berhati-hati kalau bertanya kepada Rasulullah. Ada beberapa hadits yang menerangkan cerita pertanyaan orang Badui itu yang kemudian menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam secara keseluruhan.
Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik, ada seorang laki-laki (yang dimaksud orang Badui) bertanya tentang hari Kiamat. “Ya Rasulullah, kapankah datangnya hari Kiamat?” Nabi ﷺ tidak menjawabnya tapi balik bertanya kepada laki-laki tersebut, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari Kiamat?”
Spontan laki-laki Badui itu menjawab, “Belum ada ya Rasulullah, selain kecintaanku kepada Allah dan Engkau Rasulullah.” Rasulullah ﷺ lalu menimpali, “Engkau bersama orang yang kami cintai” (HR. Al-Bukhari).
Anas bin Malik sangat senang dengan hadits di atas, hingga beliau berkata, “Tiada yang mengembirakan hati kami daripada hadits Rasulullah ﷺ, ‘Seseorang bersama yang dia cintai.’” Beliau juga mengatakan, “Aku mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar, dan Umar. Aku berharap dapat berkumpul bersama mereka dengan bekal kecintaanku kepada mereka, kendati aku belum bisa beramal sebagaimana mereka beramal.”
Kiamat adalah peristiwa besar dan misteri kedatangannya; wajar bila sejak dulu hingga sekarang orang penasaran ingin mengetahui kepastian kedatangannya. Termasuk laki-laki Badui di atas, meski dia belum mempersiapkan amal yang banyak. Namun dia punya modal yang luar biasa yaitu cinta. Dengan modal cinta, seseorang bisa mendapatkan derajat tinggi di sisi Allah bahkan bisa berkumpul dengan orang yang dicintainya itu — bukan cinta sembarangan tetapi cinta kepada Allah dan Rasulullah ﷺ.
Tidak mudah mencintai Allah dan Rasulullah ﷺ, apalagi mendapatkan cinta kasih mereka. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa untuk bisa mendapatkan cinta hakiki:
Baca juga: Keistimewaan Puasa Ramadhan yang Tak Boleh Dilewatkan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنْ الْمَاءِ الْبَارِدِ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kecintaan-Mu, dan kecintaan orang yang mencintai-Mu, serta amalan yang menyampaikanku kepada kecintaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan-Mu lebih aku cintai daripada diriku sendiri, keluargaku, serta air dingin. (Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi.)
Doa ini bahkan disunnahkan dibaca setiap selesai shalat wajib karena pentingnya doa cinta ini dalam kehidupan seorang Muslim. Sungguh beruntung bagi seseorang yang memperoleh kecintaan Allah.
Orang yang memperoleh cinta Allah akan senantiasa mendapatkan perlindungan dari setiap bahaya dan akan dibimbing serta ditunjukkan kepada setiap kemaslahatan. Dia dijamin akan bahagia dan selamat di dunia dan akhirat.
Baca: Malam Lailatul Qadar Lebih Baik daripada Seribu Bulan
Demikian juga bagi hamba yang bisa mencintai Allah lebih dari apa pun termasuk dirinya sendiri, maka kebahagiaan akan diperolehnya. Bisa mencintai istri dan dicintai istri saja sudah sangat membahagiakan, apalagi bisa mencintai dan dicintai oleh Allah dan Rasulullah ﷺ.
Penulis — UST. ABDUL GHOFAR HADI


