Headline

Ribuan Warga Maroko Gelar Aksi Bela Palestina, Desak Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel


Islamedia –  Ribuan warga Maroko kembali memenuhi jalan-jalan utama di berbagai kota dalam aksi solidaritas bagi Palestina yang telah berlangsung selama 63 pekan berturut-turut. Mereka mengecam agresi Israel di Gaza serta mendesak pemerintah Maroko untuk segera memutus hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.

Aksi protes besar-besaran ini digelar pada Jumat (28/3/2025) di sejumlah kota, termasuk Rabat dan Tangier. Para peserta membawa spanduk dengan berbagai seruan politik, seperti “Dukung perlawanan dan tolak normalisasi” serta “Dari Marrakesh Al-Murabitun ke Kawasan Maroko di Palestina, dukungan abadi untuk perlawanan dan penolakan penuh terhadap Zionis.”

Sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023, demonstrasi pro-Palestina terus berlanjut di Maroko. Tekanan publik terhadap pemerintah semakin meningkat, terutama setelah Israel secara sepihak membatalkan gencatan senjata dengan Hamas pada 18 Maret 2025.

Maroko sendiri menormalisasi hubungan dengan Israel pada tahun 2020 sebagai bagian dari Perjanjian Abraham, yang ditengahi oleh Amerika Serikat. Sebagai imbalannya, Washington mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, wilayah yang selama ini menjadi sengketa dengan kelompok separatis Polisario.

Namun, keputusan ini terus menuai kritik di dalam negeri. Banyak warga Maroko, termasuk aktivis dan kelompok oposisi, menilai normalisasi sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina. Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan perjanjian tersebut dan menarik kembali kerja sama dengan Israel di berbagai sektor.

Demonstrasi di Maroko merupakan bagian dari gelombang aksi protes global yang mengecam kebijakan Israel di Gaza. Sejumlah negara lain di dunia Arab dan kawasan Barat juga menyaksikan peningkatan aksi solidaritas terhadap Palestina, dengan tekanan yang semakin kuat terhadap pemerintah masing-masing agar mengambil langkah tegas terhadap Israel.

Sementara itu, pemerintah Maroko hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan demonstran. Namun, gelombang protes yang terus berlanjut menunjukkan bahwa solidaritas rakyat Maroko untuk Palestina tetap kuat, dan tekanan politik di dalam negeri terhadap kebijakan luar negeri pemerintah semakin meningkat.

Di tengah situasi yang terus berkembang, pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah: akankah Maroko bertahan dengan kebijakan normalisasi atau akhirnya tunduk pada tuntutan rakyatnya untuk memutus hubungan dengan Israel?. [mr]


, Terimakasih telah mengunjungi Keimanan.com, semoga bermanfaat dan lihat juga di situs berkualitas dan paling populer Aopok.com, peluang bisnis online Topbisnisonline.com, pasang iklan gratis Iklans.com dan join di komunitas Topoin.com.

Most Popular

To Top